BANDA ACEH – Penanews.co.id – Sebuah kapal kargo yang membawa lebih dari 2.500 kontainer dilaporkan terbakar hebat sebelum akhirnya tenggelam di perairan Selat Hormuz akibat terkena ranjau laut pada Selasa (12/10)..
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan kapal itu memasuki jalur pelayaran yang dianggap tidak sah dan berbahaya.
“Sebuah kapal kontainer yang mencoba melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang tidak sah dan berbahaya menabrak ranjau yang kemudian meledak,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip AFP.
Dalam gambar-gambar yang dirilis IRGC, terlihat kepulan asap hitam membubung dari sebuah kapal, sementara puluhan kontainer yang jatuh tampak mengapung di permukaan air.
Sementara itu perusahaan keamanan Inggris Vanguard juga melaporkan adanya insiden kapal tenggelam. Perusahaan itu menyebut kapal kontainer berbendera Singapura GFS Pride terkena proyektil pada Selasa (13/10), dan kemudian tenggelam.
Namun belum jelas apakah kedua pernyataan tersebut antara IRGC dan Vanguard merujuk pada kapal yang sama.
Vanguard juga melaporkan adanya tiga kapal lain yang terkena serangan pada Selasa di mana dua di antaranya melajutkan perjalanan, sementara nasib kapal ketiga tidak diketahui.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) pada Rabu (14/10) melaporkan bahwa dua kapal kontainer terkena protektil pada Selasa, namun melanjutkan perjalanan setelah hanya mengalami kerusakan ringan.
Iran mengeklaim kendali mereka atas Selat Hormuz, yang dilalui seperlima pasokan hidrokarbon dunia sebelum pecahnya perang di Timur Tengah.
Iran kerap menargetkan kapal-kapal yang dituduh melintas tanpa izin, sementara Amerika Serikat telah memberlakukan blokade sendiri terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.[]
Sumber CNN Indonesia/AFP







