Mantan Kepala Intelijen sebut Israel Kalah Perang dan Menuju Akhir Proyek Zionis

by
Ami Ayalon, mantan laksamana dan mantan kepala dinas keamanan Shin Bet Israel | Foto oleh Uriel Sinai/Getty Images]

TEL AVIV – Penanews.co.id – Mantan kepala Shin Bet Israel, Ami Ayalon, mengatakan bahwa ia percaya Israel telah meraih kemenangan militer di beberapa front tetapi gagal mencapai tujuan strategis perang tersebut.

Untuk diketahui Shin Bet singkatan dari Sherut ha-Bitahon ha-Klali atau disingkat Shabak adalah badan intelijen dan keamanan domestik milik Israel. Secara fungsi, Shin Bet setara dengan FBI di Amerika Serikat atau MI5 di Inggris

“Israel memenangkan pertempuran, tetapi kalah dalam perang” kata Ayako dalam sebuah wawancara di Rumble, dikutip dari middle east monitor, Rabu (9/09/2026).

Ia mengatakan bahwa militer Israel telah mencapai kemenangan luar biasa di medan perang melawan Hamas, Hizbullah, dan Iran, tetapi kemenangan taktis ini tidak berarti kemenangan dalam perang yang lebih luas.

Dia mengatakan bahwa Hamas dan Hezbollah belum dibubarkan dan terus menjadi ancaman strategis meskipun telah menderita kerugian besar.

Ayalon mengatakan masalah utamanya adalah kurangnya tujuan politik dalam perang, yang mengubahnya menjadi tujuan itu sendiri daripada sarana untuk mencapai realitas yang lebih baik.

“Perang tanpa tujuan politik tidak akan berakhir dengan kemenangan,” katanya.

Mantan pejabat keamanan itu memperingatkan bahwa Israel kalah dalam pertempuran ide dan legitimasi internasional.

Ia mengatakan perang sekarang sedang berlangsung di dua front: medan pertempuran militer dan arena ide dan ideologi.

Menurutnya, kekuatan militer saja tidak dapat mengalahkan sebuah gagasan atau ideologi. Ia memperingatkan bahwa melanjutkan perang tanpa menawarkan cakrawala politik bagi Palestina berarti Israel sedang menuju “akhir dari proyek Zionis.”[]

ya