JAKARTA – Penanews.co.id – Kemunculan Frono Jiwo sebelumnya yang membagikan kisahnya saat menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokow), kini disusul oleh rekan satu angkatannya yang lain.
Kali ini, giliran Mustoha Iskandar yang turut memberikan kesaksian terkait ijazah Jokowi.
Mustoha mengaku, Teman Presiden ke-7 RI, teman satu angkatan di UGM.
Mustoha menuturkan bahwa dirinya masuk ke Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1980, berbarengan dengan Presiden ke-7 RI tersebut.
Meski diterima di tahun yang sama, waktu kelulusan keduanya berbeda. Jokowi berhasil menyelesaikan studi strata satu (S1) lebih dulu pada tahun 1985.
Sementara itu, Mustoha baru menyandang gelar sarjana pada 1986 karena pada saat yang bersamaan ia juga sedang menempuh studi ganda (double degree) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Selama masa studi, keduanya kerap menghabiskan waktu bersama, baik untuk urusan akademis di dalam kampus maupun berbagai aktivitas di luar perkuliahan.
Melansir suaramerdeka.com, Mustoha Iskandar mengatakan bahwa dirinya masuk UGM bersamaan dengan Joko Widodo pada tahun 1980.
Mengikuti kegiatan perkuliahan, sama-sama. Kegiatan di luar kampus, bersama-sama.
“Sama-sama satu daerah (kos) di Baciro, kita suka pulang bareng naik motor,” kata Mustoha di kanal YouTube Unpacking Indonesia Zulfan Lindan, dikutip Sabtu, 29 Agustus 2026.
“Saya tahu persis Jokowi, kita saling mengenal. sampai lulus wisudam saya ikut menyaksikan,” ujarnya.
Dikatakan, jika orang mau ngomomg apapun, dia sangat tidak percaya.
“Kecuali saya sudah pikun, sudah gila, tidak waras, saya percaya orang di sana,” katanya.
ia menegaskan bahwa dirinya saksi hodup, melihat, menyaksikan berinteraksi langsung.
“Melihat langsung Pak Jokowi sejak masuk sampai beliau lulus sarjana kehutanan. Saya pastikan, tidak meyakini lagi,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan, terkait nama dosen pembimbing Jokowi, Ahmad Sumitro, yang pernah disoal, antara Ahmad Sumitro atau Ahmad Soemitro, hal itu bukan persialan serius.
“Pakau U ditanda tangani, pakai Oe juga ditanda tangani. Tidak prinsiplah. Itu minor. Ijazah saya di skripsi Pakai H, di ijazah tidak pakai H, apa beda orang?,” ujar Ketua Angkatan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980 ini.
Rekan Joko Widodo lainnya, Frono Jiwo, sebelumnya juga sudah menyampaikan bahwa Jokowi merupakan alumni UGM.
Ia mengaku sangat mengenal Joko Widodo semasa kuliah. Sangat aktif di pencinta alam Silvagama, dan sering naik gunung di Jawa dan Sumatera.
“Saya juga pernah naik gunung, tapi tidak pernah bersama dengan Joko Widodo,” kata Frono Jiwo.
Karenanya, ia sangat menyayangkan adanya tuduhan ijazah Jokowi yang dianggap palsu.
Sementara itu, Rektor UGM, Prof Ova Emilia menegaskan bahwa Jokowi telah diwisuda tanggal 19 November 1985.
Jokowi masuk kuliah pada Juli 1980.Dia resmi terdaftar pada tahun tersebut, dan telah dimuat pengumumannya di surat kabar ternama di Yogyakarta.
“Jokowi adalah alumni UGM. UGM memiliki dokumen autentik proses pendidikan Joko Widodo di UGM,” kata Ova.[]






