KUTACANE – Penanews.co.id – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang dikerjakan oleh personel Satgas Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur Aceh Tenggara, terus menunjukkan progres yang menggembirakan.
Memasuki tahapan baru, personel Satgas mulai melaksanakan pemasangan papan lantai jembatan sebagai bagian penting dalam penyelesaian konstruksi, Selasa (07/07/2026).
Tahapan pemasangan lantai menjadi salah satu indikator bahwa pembangunan jembatan telah memasuki fase akhir pembentukan badan jembatan. Nantinya, bagian tersebut akan menjadi jalur utama yang dilalui masyarakat saat menyeberangi Sungai Pantai Timur, sehingga seluruh proses pemasangannya dilakukan dengan sangat teliti untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan kekuatan konstruksi dalam jangka panjang.
Keberhasilan mencapai tahapan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi yang telah dibangun sejak awal pembangunan. Sebelumnya, Satgas Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat telah menyelesaikan berbagai pekerjaan utama, mulai dari pembangunan pondasi, pemasangan menara pylon, penarikan dan penegangan kabel sling utama, hingga penyelesaian pengecatan pada bagian pondasi sebagai upaya perlindungan struktur terhadap pengaruh cuaca dan kelembapan.
Dengan selesainya tahapan-tahapan tersebut, pembangunan kini difokuskan pada pemasangan papan lantai yang akan membentuk permukaan jembatan. Dalam pelaksanaannya, setiap papan dipasang secara bertahap sesuai ukuran dan posisi yang telah ditentukan berdasarkan perencanaan teknis. Seluruh komponen diikat dengan kuat pada rangka baja agar menghasilkan konstruksi yang kokoh serta mampu mendistribusikan beban secara merata ketika jembatan mulai digunakan oleh masyarakat.
Selama proses pekerjaan berlangsung, personel Satgas bekerja dengan penuh ketelitian dan disiplin. Setiap tahapan diawasi secara cermat guna memastikan tidak terjadi kesalahan pemasangan yang dapat memengaruhi kualitas maupun kekuatan konstruksi secara keseluruhan. Ketelitian tersebut menjadi faktor penting mengingat jembatan akan digunakan sebagai akses utama masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Danposramil Lawe Sumur, Pelda Dody Harnizar, mengatakan bahwa pemasangan papan lantai merupakan salah satu tahapan teknis yang sangat menentukan kualitas akhir pembangunan jembatan. Oleh karena itu, seluruh pekerjaan dilakukan sesuai prosedur dan standar teknis agar hasil yang diperoleh benar-benar memenuhi aspek keamanan dan ketahanan konstruksi.
“Setiap papan dipasang sesuai ukuran dan titik yang telah direncanakan. Proses ini tidak hanya sekadar memasang lantai, tetapi juga memastikan seluruh beban nantinya dapat didistribusikan secara merata melalui kabel sling utama sehingga jembatan tetap stabil dan aman digunakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pekerjaan dilakukan di atas bentangan Sungai Pantai Timur yang memiliki karakteristik arus cukup deras, sehingga seluruh personel senantiasa mengutamakan faktor keselamatan kerja. Koordinasi antartim terus dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai prosedur, sekaligus meminimalkan risiko yang dapat muncul selama proses pembangunan berlangsung.
Menurut Pelda Dody, konstruksi jembatan dirancang dengan struktur yang kokoh dan memiliki elevasi yang cukup tinggi sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi Sungai Pantai Timur yang kerap mengalami peningkatan debit air secara signifikan pada musim penghujan. Dengan desain tersebut, jembatan diharapkan tetap aman dilalui masyarakat meskipun terjadi luapan sungai yang dapat mencapai beberapa meter.
Selain mengedepankan kualitas konstruksi, pembangunan Jembatan Gantung Perintis juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Hal itu terlihat dari antusiasme masyarakat Desa Teger Miko yang secara sukarela bergotong royong membantu setiap tahapan pekerjaan sesuai kemampuan masing-masing. Mulai dari mengangkut material, menyiapkan peralatan, hingga membantu pemasangan berbagai komponen konstruksi, seluruh pekerjaan dilakukan dengan penuh semangat kebersamaan.
Sinergi yang terjalin antara personel Satgas dan masyarakat menjadi modal utama dalam mempercepat penyelesaian pembangunan. Semangat gotong royong yang terus dipelihara tersebut tidak hanya mempercepat proses pekerjaan, tetapi juga memperkuat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat sebagai mitra dalam membangun wilayah.
Keberadaan Jembatan Gantung Perintis nantinya diharapkan mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Desa Teger Miko dan wilayah sekitarnya. Selama ini, warga masih menghadapi berbagai kendala dalam menyeberangi Sungai Pantai Timur, terutama ketika debit air meningkat pada musim penghujan yang menyebabkan aktivitas masyarakat menjadi terhambat.
Dengan hadirnya jembatan tersebut, akses transportasi masyarakat akan menjadi lebih aman, cepat, dan efisien. Selain mempermudah mobilitas sehari-hari, jembatan juga akan memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, mempercepat akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat pelayanan pemerintahan, hingga membuka peluang peningkatan aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Lawe Sumur.
Satgas Kodim 0108/Aceh Tenggara menegaskan komitmennya untuk terus menyelesaikan setiap tahapan pembangunan sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas pekerjaan, keamanan konstruksi, serta keselamatan personel di lapangan. Melalui semangat gotong royong dan kerja sama yang solid bersama masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis diharapkan segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sarana penghubung yang aman, nyaman, dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan jembatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat mampu menghadirkan solusi atas berbagai kebutuhan infrastruktur di daerah terpencil. Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Jembatan Gantung Perintis di Desa Teger Miko diharapkan menjadi simbol kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Aceh Tenggara.[]







