Simak Keutamaan Shalat Syuruq, berikut Niat, Tata Cara dan Waktu Pelaksanaannya

by

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Sebagian umat Muslim usai menunaikan shalat Subuh biasanya langsung melanjutkan aktivitas sehari-hari. Padahal, terdapat amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan setelah terbit matahari, yakni Shalat Syuruq atau dikenal pula dengan sebutan Shalat Isyraq.

Shalat sunnah ini termasuk ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena memiliki berbagai keutamaan. Selain menjadi ladang pahala, amalan tersebut juga dapat membantu seorang Muslim mempererat hubungan dengan Allah SWT sekaligus mengawali hari dengan keberkahan dan ketenangan.

Lantas, apa yang dimaksud dengan Shalat Syuruq? Kapan waktu pelaksanaannya dan bagaimana tata cara mengerjakannya? Simak penjelasannya berikut ini sebagai mana dikutip dari laman resmi Rumah Zakat.

Apa Itu Shalat Syuruq?

Shalat Syuruq adalah shalat sunnah dua rakaat yang dilakukan setelah matahari terbit dan naik setinggi tombak. Dalam literatur fikih, ibadah ini juga sering disebut sebagai Shalat Isyraq.

Kata “syuruq” berasal dari bahasa Arab yang berarti terbitnya matahari. Oleh sebab itu, pelaksanaannya dilakukan setelah waktu terlarang untuk shalat berakhir, yakni sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit.

Sebagian ulama berpendapat bahwa ibadah ini merupakan bagian dari Shalat Dhuha yang dikerjakan pada awal waktunya. Sementara itu, ulama lainnya membedakan keduanya berdasarkan waktu pelaksanaan.

Dasar Anjuran dalam Hadis

Keutamaan ibadah sunnah ini disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW:

“Barang siapa melaksanakan shalat Subuh berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu ia shalat dua rakaat, maka ia memperoleh pahala seperti pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna.” HR. Tirmidzi

Hadis tersebut menunjukkan besarnya pahala yang dijanjikan bagi orang yang menjaga amalan pagi ini dengan penuh keikhlasan.

Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaannya dimulai setelah matahari terbit dan naik setinggi tombak.

Secara umum, waktu yang dianjurkan adalah sekitar 15 hingga 20 menit setelah matahari terbit. Waktu ini dapat berbeda di setiap daerah karena dipengaruhi posisi matahari.

Sebagai panduan:

– Melaksanakan shalat Subuh.

– Berzikir, membaca Al-Qur’an, atau melakukan ibadah lainnya.

– Menunggu hingga matahari terbit.

– Setelah sekitar 15–20 menit, barulah mengerjakan shalat dua rakaat.

Niat Shalat Syuruq

Pada dasarnya, niat cukup dihadirkan dalam hati. Namun, sebagian ulama membolehkan melafalkannya untuk membantu menghadirkan kekhusyukan.

Bacaan Arab

أُصَلِّي سُنَّةَ الشُّرُوقِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin

Ushallii sunnatasy syuruuqi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya

“Aku niat shalat sunnah Syuruq dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Pelaksanaan

Tata cara pelaksanaannya sama seperti shalat sunnah dua rakaat pada umumnya.

Rakaat Pertama
  1. Niat.
  2. Takbiratul ihram.
  3. Membaca doa iftitah.
  4. Membaca Surah Al-Fatihah.
  5. Membaca surah atau ayat Al-Qur’an.
  6. Rukuk.
  7. I’tidal.
  8. Sujud pertama.
  9. Duduk di antara dua sujud.
  10. Sujud kedua.
Rakaat Kedua
  1. Berdiri untuk rakaat kedua.
  2. Membaca Al-Fatihah.
  3. Membaca surah atau ayat Al-Qur’an.
  4. Rukuk.
  5. I’tidal.
  6. Sujud pertama.
  7. Duduk di antara dua sujud.
  8. Sujud kedua.
  9. Tahiyat akhir.
  10. Salam.

Setelah salam, dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir kepada Allah SWT.

Keutamaan Shalat Syuruq

Ada beberapa keutamaan yang bisa diperoleh dari ibadah sunnah ini.

Mendapatkan Pahala Besar

Salah satu keutamaan yang paling dikenal adalah pahala seperti haji dan umrah sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW.

Meski demikian, pahala tersebut diperoleh dengan memenuhi syarat yang disebutkan dalam hadis, yaitu menjaga shalat Subuh berjamaah dan berzikir hingga matahari terbit.

Mengawali Hari dengan Keberkahan

Selain mendapatkan pahala, amalan ini juga membantu seseorang memulai hari dengan lebih tenang dan positif.

Karena itu, banyak ulama menganjurkan untuk memanfaatkan waktu pagi dengan ibadah sebelum memulai aktivitas harian.

Menambah Amal Sunnah

Setiap ibadah sunnah yang dilakukan menjadi tambahan pahala yang dapat menyempurnakan ibadah wajib.

Dengan rutin melaksanakannya, seorang Muslim memiliki lebih banyak kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Melatih Konsistensi Beribadah

Bangun pagi dan meluangkan waktu untuk berzikir serta beribadah membutuhkan kedisiplinan. Oleh sebab itu, amalan ini dapat membantu membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Perbedaan dengan Shalat Dhuha

Masih banyak yang bertanya mengenai perbedaan antara Shalat Syuruq dan Shalat Dhuha.

Secara waktu, keduanya memang berdekatan. Namun, ibadah setelah matahari terbit ini dilakukan pada awal waktu dhuha, yaitu sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit.

Sementara itu, Shalat Dhuha biasanya dikerjakan ketika matahari sudah lebih tinggi hingga menjelang waktu Zuhur.

Menurut sebagian ulama, keduanya merupakan ibadah yang sama dengan waktu pelaksanaan yang berbeda. Pendapat lain menyebutkan bahwa keduanya memiliki keutamaan tersendiri.

Tips Agar Istikamah Menjalankannya

Agar lebih mudah menjaga amalan ini, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:

– Tidur lebih awal pada malam hari.

– Menjaga shalat Subuh berjamaah.

– Membiasakan diri membaca Al-Qur’an setelah Subuh.

– Mengurangi penggunaan gawai setelah bangun tidur.

– Menjadikan ibadah pagi sebagai rutinitas harian.

Dengan konsistensi, amalan sunnah ini akan terasa lebih ringan untuk dilakukan.

Penutup

Shalat Syuruq merupakan salah satu amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, ibadah ini juga membantu mengawali hari dengan hati yang lebih tenang dan penuh keberkahan.

Oleh karena itu, jika memiliki kesempatan, cobalah meluangkan waktu setelah Subuh untuk berzikir hingga matahari terbit, lalu menunaikan dua rakaat ibadah sunnah ini. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan untuk istiqamah dalam menjalankan berbagai amalan kebaikan.