Wali Kota Banda Aceh Ajak Konten Kreator Berdakwah di Ruang Digital

by

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengajak para konten kreator, influencer, komunitas media sosial, dai dan daiyah untuk aktif menyebarkan syiar Islam melalui platform digital.

Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan materi bertajuk Digitalisasi Syiar Islam untuk Mewujudkan Banda Aceh Islamic Smart City pada kegiatan pelatihan dakwah digital yang diselenggarakan Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh di Hotel Al Hanifi, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Ketua DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Wirzaini Usman, S.HI., M.I.Kom.

Dalam paparannya, Illiza mengatakan perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah pola interaksi masyarakat, termasuk dalam penyebaran dakwah Islam. Karena itu, menurutnya, ruang digital harus dimanfaatkan untuk menghadirkan konten-konten positif dan edukatif.

“Hari ini syiar Islam telah berpindah ruang. Generasi muda tumbuh dan membangun cara berpikirnya di ruang digital,” kata Illiza.

Ia menyebutkan Indonesia saat ini memiliki sekitar 221 juta pengguna internet dengan jumlah pengguna media sosial mencapai 143 juta akun. Masyarakat Indonesia juga menghabiskan rata-rata lebih dari tiga jam per hari di media sosial.

Menurut Illiza, kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam dakwah digital yang kreatif, santun dan mencerahkan.

Ia menegaskan modernisasi di Banda Aceh tidak boleh menghilangkan identitas sebagai kota syariat. Teknologi, katanya, harus menjadi sarana memperkuat peradaban Islam dan meningkatkan pelayanan kepada umat.

“Banda Aceh sedang bergerak menuju digital Islami. Teknologi adalah alat, sedangkan syariat menjadi arah pembangunan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Illiza juga mengajak Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Banda Aceh, M. Nurdin, S.Sos., M.Si dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, S.Si.T., M.Si dan Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Alimsyah, S.Pd, MS untuk memperkuat sinergi digitalisasi pelayanan dan syiar Islam di Kota Banda Aceh.

Illiza juga memaparkan Banda Aceh memiliki fondasi syiar Islam yang kuat dengan keberadaan 120 masjid dan 130 mushalla atau meunasah, 40 dayah, 272 TPA, 186 balai pengajian, serta 95 majelis taklim. Selain itu terdapat 2.372 guru dan pengajar dengan jumlah santri serta peserta pengajian mencapai 16.989 orang.

Selain itu, Pemerintah Kota Banda Aceh juga terus memperkuat budaya islami melalui berbagai program keagamaan, salah satunya gerakan ASN Mengaji melalui aplikasi yang merupakan langkah untuk membangun budaya Qurani di lingkungan birokrasi Pemerintah Kota Banda Aceh.

Pada kesempatan itu, Illiza turut mengajak anak muda menjadi pelaku utama syiar digital melalui pembuatan konten positif, dakwah kreatif berbasis media sosial, peningkatan literasi digital Islami, serta pemanfaatan teknologi untuk kemaslahatan umat.

“Islamic Smart City di Banda Aceh tidak bisa dibangun sendiri. Idealnya haruslah melalui kolaborasi bersama pemerintah, ulama, akademisi, komunitas, media dan dunia usaha. Semoga harapan dan cita-cita mulia ini dimudahkan,” pungkasnya.