Viral..! Bayi Diberinama MBG Subianto, Begini Tutur Sang Ibu Korban PHK yang Bangkit Berkat Program MBG

by
seorang bayi laki-laki asal Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo diberinama Muhammad MBG Subianto | Foto kompas.com/Bayu Apriliano

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Warganet di jagat maya tengah dihebohkan oleh nama unik seorang bayi laki-laki asal Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Nama anak tersebut mendadak viral dan menarik perhatian publik dalam beberapa hari terakhir

Bayi yang lahir ke dunia pada Jumat (10/7/2026) itu dinamai Muhammad MBG Subianto. Kombinasi nama yang terbilang langka ini tak pelak membuat publik penasaran dengan makna tersembunyi di baliknya.

Nama yang terdengar asing di telinga ini bukanlah tanpa arti. Di balik untaian kata tersebut, terselip lembaran kisah perjuangan serta wujud syukur yang mendalam dari ayah dan ibunya.

Sejak kisahnya ramai di media sosial, Yuharni mengaku menerima beragam tanggapan dari masyarakat.

Ada yang memberikan apresiasi dan doa, tetapi tidak sedikit pula yang melontarkan komentar negatif terkait nama putranya.

Meski demikian, ia memilih untuk tidak mempermasalahkan berbagai komentar tersebut.

“Ada yang baik, ada yang jelek. Yang baik saya balas, yang jelek tidak saya balas. Sudah biasa, manusia tidak ada yang sempurna,” katanya.

Sang ibu, Yuharni, menegaskan bahwa pemberian nama itu sama sekali bukan untuk mencari sensasi atau popularitas. Nama tersebut dipilih sebagai pengingat momentum titik balik ekonomi keluarganya setelah ia mendapatkan pekerjaan lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelum akhirnya diterima bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Yuharni menuturkan ia sempat terpuruk akibat kehilangan mata pencaharian setelah perusahaan pengolahan kayu tempatnya bekerja bangkrut

Kondisi itu membuat dirinya terkena PHK dan menganggur serta harus menghadapi masa-masa sulit untuk menafkahi keluarga.

Nama MBG dan Subianto

Harapan baru datang ketika ia diterima bekerja sebagai koordinator ompreng di SPPG pada 25 Agustus 2025.

Menurut dia, pekerjaan tersebut tidak hanya memberinya penghasilan kembali, tetapi juga membuat kondisi ekonomi keluarga berangsur membaik.

“Karena saya kerja di MBG. Saya sangat suka dengan program itu karena sangat membantu. Saya kasih nama Muhammad MBG Subianto supaya menjadi kenangan sampai seumur hidup,” ujar Yuharni, Selasa (14/7/2026). Ia menjelaskan, nama “MBG” merupakan singkatan dari Makan Bergizi Gratis, sedangkan “Subianto” diambil dari nama Presiden Prabowo Subianto.

“Untuk kenang-kenangan ada nama Pak Presidennya,” katanya.

Menurut Yuharni, penyematan nama tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus rasa terima kasih atas program yang dinilainya telah membuka kesempatan kerja bagi dirinya.

Pemberian nama itu, kata dia, juga telah melalui pembicaraan bersama sang suami, Ambon Yasin.

Awalnya, sang suami sempat menanyakan alasan menyisipkan singkatan MBG pada nama anak mereka. Namun, setelah berdiskusi, keduanya sepakat menggunakan nama tersebut dengan tetap diawali nama “Muhammad”.

“Suami bilang yang penting ada Muhammad-nya. Akhirnya kami sepakat menjadi Muhammad MBG Subianto,” katanya.

Arti sebuah nama

Bagi pasangan ini, nama sang anak bukan sekadar identitas, melainkan doa sekaligus pengingat perjalanan hidup keluarga mereka.

Kehamilan Yuharni juga menyimpan cerita tersendiri.

Ia mengaku baru mengetahui dirinya hamil ketika usia kandungannya sudah memasuki tujuh bulan. Meski demikian, kehamilannya berjalan lancar hingga proses persalinan.

Hari perkiraan lahir sebenarnya jatuh pada 22 Juli 2026. Namun, bayi tersebut lahir lebih cepat, tepatnya pada 10 Juli 2026 melalui persalinan normal.

Kondisi MBG Subianto

Bayi Muhammad MBG Subianto lahir dengan berat badan 3.060 gram dan panjang badan 50 sentimeter. Saat ini, kondisi ibu dan bayi dilaporkan sehat.

“Semuanya sehat, alhamdulillah,” ujar Yuharni.

Saat ini keluarga masih mengurus dokumen administrasi kependudukan, termasuk akta kelahiran.

Sementara itu, acara syukuran pemberian nama belum dilaksanakan karena keluarga masih menunggu tradisi tujuh harian setelah kelahiran bayi.[]

Sumber Kompas.com

ya