GAZA PALESTINA – Penanews.co.id – Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Gaza, Munir al-Barsh, mengatakan pada hari Kamis bahwa hampir 80 juta ton Material puing di seluruh Jalur Gaza menimbulkan hambatan besar dalam menemukan dan mendokumentasikan orang-orang yang hilang, karena ribuan jenazah masih terkubur di bawah reruntuhan.
Melansir Almayadeen.net, Al-Barsh mengatakan tim penyelamat sangat membutuhkan alat berat dan peralatan khusus untuk menyingkirkan puing-puing dan mengambil jenazah korban tewas, di samping peralatan pelindung untuk melindungi pekerja dari bahan berbahaya yang mereka temui selama operasi.
Dia memperingatkan bahwa pemindahan puing-puing tanpa pandang bulu dapat mengakibatkan hilangnya lokasi-lokasi di mana orang-orang yang hilang diyakini terkubur, sehingga menghambat identifikasi dan pendokumentasian mereka.
Jumlah korban tewas di Gaza bisa meningkat seiring berlanjutnya upaya pencarian.
Al-Barsh mengatakan jumlah korban tewas akibat perang di Jalur Gaza telah mencapai sekitar 73.000 orang, termasuk hampir 21.000 anak-anak, sementara sekitar 174.000 orang terluka.
Dia menekankan bahwa angka tersebut diperkirakan akan meningkat seiring dengan berlanjutnya operasi pencarian di bawah reruntuhan dan ditemukannya lebih banyak jenazah.
Di bidang kesehatan, Al-Barsh kembali memperingatkan tentang wabah penyakit yang disebabkan oleh air yang tercemar dan runtuhnya infrastruktur Gaza.
Dia mengatakan bahwa Strip Las Vegas sedang mengalami wabah cacar yang meluas, dengan sekitar 58.000 kasus yang tercatat hingga saat ini, di tengah memburuknya kondisi kesehatan dan kekurangan sumber daya medis yang parah.
Agresi yang terus-menerus
Pasukan pendudukan Israel terus melanggar gencatan senjata Gaza melalui tembakan artileri dan penembakan di seluruh Jalur Gaza, menewaskan dan melukai warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Palestina dan koresponden Al Mayadeen.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan bahwa sepuluh martir dan 25 warga Palestina yang terluka telah tiba di rumah sakit selama 24 jam terakhir.
Angka terbaru menunjukkan jumlah warga Palestina yang gugur sejak gencatan senjata 11 Oktober mencapai 1.283 orang, sementara jumlah korban luka mencapai 4.248 orang. Jumlah jenazah yang ditemukan selama periode yang sama mencapai 813 orang.
Sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas , menurut catatan resmi, telah mencapai 73.417 orang, sementara 174.360 warga Palestina terluka, menurut kementerian tersebut.







