WASHINGTON – Penanews.co.id – Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka telah menangkap kapal selam tak berawak AS di pintu masuk Selat Hormuz, memberikan gambaran langka tentang bagaimana drone bawah air digunakan dalam operasi militer.
Media pemerintah Iran mengatakan bahwa kapal tersebut adalah Dive-LD, sebuah kendaraan bawah air otonom besar yang dibangun oleh perusahaan pertahanan California, Anduril.
Kapal selam sepanjang 19 kaki (5,8 meter) ini dapat melakukan misi termasuk penanggulangan ranjau laut, pemetaan dasar laut, pengumpulan intelijen, dan inspeksi infrastruktur bawah laut seperti kabel dan pipa, kata perusahaan tersebut.
“Kami telah menjebak salah satu kapal selam tak berawak paling modern, cerdas, dan canggih milik tentara teroris Amerika di pintu masuk Selat Hormuz. Kapal selam ini dilengkapi dengan teknologi terkini,” kata Angkatan Laut Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah Iran.
Sebagai tanggapan, juru bicara Pentagon mengatakan bahwa sebuah drone bawah air telah “mengalami kerusakan lebih dari sehari yang lalu.”
“Pesawat tanpa awak itu sedang melakukan survei perairan regional untuk mendukung operasi yang sedang berlangsung. Pesawat tanpa awak yang rusak itu adalah model lama yang tidak mengumpulkan data sensitif maupun membawa peralatan sonar atau radar rahasia,” kata juru bicara tersebut.
Reuters tidak dapat memverifikasi klaim Iran secara independen dan Pentagon tidak menanggapinya dalam pernyataannya.
Anduril tidak menanggapi permintaan komentar.
Militer AS berinvestasi besar-besaran dalam sistem angkatan laut tanpa awak, termasuk kapal selam dan kapal permukaan, karena mereka mencari cara yang lebih murah untuk memantau wilayah laut yang luas, mengumpulkan intelijen, dan melacak kapal dan kapal selam musuh tanpa membahayakan para pelaut.
Menurut situs web Anduril, Dive-LD dapat beroperasi hingga 10 hari tanpa kembali ke pangkalan dan dirancang untuk menyelam hingga kedalaman 6.000 meter (19.700 kaki). Unit Dive-LD berharga sekitar $2,5 juta per unit, seperti yang dilaporkan situs berita militer AS DefenseScoop pada tahun 2024. []
sumber The Straits Times







