Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik Legenda Tinju Jadi Menteri

by
Ilustrasi Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik Legenda Tinju Jadi Menteri | Foto dola AI

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Kabar baru dari pemerintahan Filipina! Presiden Ferdinand Marcos Jr. resmi mengocok ulang susunan kabinetnya. Menariknya, legenda tinju Manny Pacquiao kini resmi masuk jajaran pemerintahan per Selasa (8/9/2026).

Bagi Mantan juara dunia tinju Manny Pacquiao resmi mengalihkan arena perjuangannya dari ring ke ranah publik. Ikon olahraga Filipina tersebut resmi dilantik sebagai kepala badan anti-kemiskinan dalam kabinet Presiden Ferdinand Marcos Jr.

Memahami betul kerasnya keprihatinan hidup karena pernah mengalaminya sendiri, Pacquiao berkomitmen memfokuskan tenaganya untuk mengentaskan kemiskinan di tanah airnya.

Petinju hebat Manny Pacquiao menghabiskan puluhan tahun melayangkan pukulan di ring tinju. Mulai Selasa, ikon olahraga Filipina ini akan mengarahkan perjuangannya pada lawan yang lebih abadi: kemiskinan.

Pacquiao bergabung dengan kabinet Presiden Ferdinand Marcos Jr. pada hari Selasa sebagai kepala badan anti-kemiskinan pemerintah, dan berjanji untuk membantu warga Filipina yang menghadapi kesulitan yang sangat familiar baginya.

Mantan senator berusia 47 tahun itu diangkat sebagai koordinator utama Komisi Anti-Kemiskinan Nasional (NAPC), jabatan kabinet pertamanya setelah karier politik yang panjang yang mencakup pengabdian di Kongres dan Senat, pencalonan presiden yang tidak berhasil pada tahun 2022, dan upaya yang gagal untuk kembali ke Senat pada tahun 2025 sebagai bagian dari tiket yang didukung pemerintahan Marcos.

Sebagai ketua NAPC, Pacquiao akan mengkoordinasikan upaya pemerintah untuk mengurangi kemiskinan, yang menurutnya ia pahami secara langsung.

“Saya berasal dari kemiskinan,” kata Pacquiao dalam sebuah pernyataan dilansir dari Reuters.

“Saya pernah tidur di atas kardus di jalanan, hanya minum air, tidak punya makanan, dan menabung uang receh hanya untuk membantu keluarga saya,” lanjut Pacquiao.

Pacquiao, yang berasal dari keluarga miskin, bekerja sebagai penumpang gelap kapal dan bertarung di jalanan sejak kecil, menghasilkan $2 per pertarungan. Kekayaan bersihnya tahun lalu mencapai $220 juta, menurut sebuah artikel Sports Illustrated.

Ia mengambil alih lembaga pengentasan kemiskinan saat pemerintahan Marcos berupaya menurunkan angka kemiskinan menjadi 8-9% pada tahun 2028. Data pemerintah menunjukkan angka tersebut turun menjadi 9,7% pada tahun 2025, setara dengan sekitar 11,08 juta warga Filipina yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Sebagai satu-satunya petinju yang memenangkan gelar dunia di delapan divisi berat, Pacquiao tetap menjadi salah satu tokoh olahraga paling dihormati di Filipina, dengan pertarungan terbesarnya menarik perhatian semua orang, mulai dari presiden dan bintang Hollywood hingga warga Filipina biasa, seringkali membuat negara berpenduduk 119 juta jiwa itu terhenti.

Petinju kidal ini pensiun pada tahun 2021 tetapi 
kembali ke ring pada Juli 2025 untuk menghadapi Mario Barrios memperebutkan gelar juara kelas welter WBC pada 19 Juli di Las Vegas. Ia dilantik ke dalam International Boxing Hall of Fame pada tahun 2025.[]

ya