BANDA ACEH – Penanews.co.id – Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, Prof. Muhammad Siddiq Armia, M.H., Ph.D., resmi mengemban jabatan sebagai Deputi Koordinasi Hak Asasi Manusia (HAM) di Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) Republik Indonesia.
Pengangkatan Siddiq Armia dilantik langsung oleh Menko Kumham Imipas, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, di aula kementerian tersebut pada Senin pagi (26/10/2026).
Selain Siddiq, dalam kesempatan yang sama Prof Yusril juga melantik Staf Ahli Menteri.
Dalam sambutannya, Menko Yusril menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, objektif, dan berlandaskan sistem merit melalui proses seleksi terbuka.
“Keberhasilan dalam mengikuti proses seleksi bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Justru, pelantikan ini merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kepercayaan yang diberikan harus dibuktikan melalui pelaksanaan tugas yang berkualitas, pengambilan keputusan yang tepat, serta pencapaian hasil kerja yang nyata dan terukur,” tegas Menko Yusril.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan tugas Kemenko Kumham Imipas. Menurutnya, keberhasilan kementerian koordinator tidak hanya diukur dari jumlah rapat, dokumen, atau rekomendasi yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan menyelesaikan persoalan lintas sektor, memperkuat sinergi antarkementerian dan lembaga, serta memastikan rekomendasi kebijakan ditindaklanjuti secara nyata.
Menko Yusril meminta seluruh jajaran membangun pola kerja yang substantif dan berorientasi pada hasil melalui penetapan sasaran yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi yang efektif.
Ia juga mengingatkan agar setiap persoalan yang dihadapi disertai alternatif penyelesaian yang komprehensif dan rekomendasi yang dapat dilaksanakan.
Secara khusus, Menko Yusril mengamanatkan Siddiq Armia untuk memperkuat koordinasi kebijakan HAM, membangun sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait, serta mendorong penyelesaian persoalan HAM yang membutuhkan penanganan lintas sektor. Pendekatan berbasis bukti, komunikasi konstruktif, dan mekanisme tindak lanjut yang terukur dinilai penting untuk memastikan penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM berjalan secara berkelanjutan.

Penetapan Siddiq Armia sebagai Deputi Koordinasi HAM tertuang dalam Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 142/TPA Tahun 2026.
“Alhamdulillah, telah selesai pelantikan kami sebagai Deputi Koordinasi HAM pada Menko Kumham Imipas Prof Yusril Ihza Mahendra pagi ini (Senin, red) di aula Kemenko Kumham Imipas,” ujar Siddiq Armia yang dihubungi serambinews.com via telepon selular.
“Kami akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya sesuai tugas dan kewenangan yang diberikan,” lanjut akademisi yang dalam dua tahun berturut-turut masuk dalam daftar Top 2 persen Scientist Worldwide 2025 dan 2026.
Jabatan Deputi Koordinasi HAM adalah eselon I-a, sedikit lebih tinggi dari eselon I-b. Jabatan yang lebih tinggi ini bertujuan agar pejabat tersebut dapat mengoordinasikan pejabat-pejabat eselon I-b di kementerian terkait.
Siddiq Armia: Alumni Dayah yang Mendunia
Muhammad Siddiq Armia dilahirkan di Takengon pada akhir 1977. Dia adalah cucu dari ulama ulama kharismatik Aceh sekaligus ahli ilmu falak, Abu Muhammad Ali Teupin Raya (pendiri Dayah Darussa’adah Teupin Raya, Pidie).
Siddiq dibesarkan dalam keluarga mapan dan berpendidikan tinggi. Ayahnya adalah Tgk. H. Muhammad Armia Ali, LML., M.A, alumni Timur Tengah dan dosen Fakultas Syariah UIN Ar-Raniry.
Siddiq Armia menghabiskan masa remaja di lingkungan Dayah Darussaadah. Sambil mondok, dia melanjutkan pendidikan di MAN I Beureunuen, Pidie.
Pria dikenal ramah ini menyelesaikan S1 di FSH UIN Ar-Raniry (2000), S2 di Univeritas Indonesia (2004), dan S3 di Anglia Ruskin University, Cambridge, Inggris (2016). Disertasi S3 tentang Studi Komparasi di Mahkamah Konstitusi Jerman.
Siddiq yang dikenal aktif menulis di berbagai jurnal internasional ini aktif menjadi dosen tamu dan penguji disertasi S3 di berbagai kampus ternama di dalam dan luar negeri, meliputi Jakarta, Banten, Bandung, Inggris, Qatar, Maroko, UEA, Korea Selatan, Filipina, Thailand, Malaysia dan lain-lain.
Pada September 2026 lalu, suami dari Intan Marijani, alumnus S2 dari Malaysia, ini terpilih sebagai akademisi yang mewakili Indonesia dalam pertemuan ilmiah tingkat global bersama akademisi dari 20 negara di dunia di markas PBB Jenewa, selain berkunjung ke gedung Parlemen Inggris. []







