Viral! Menteri Cantik Widiyanti Pakai Sepatu Masuk Masjid Raya, Pemprov Buka Suara

by

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Media sosial sempat dihebohkan oleh cuplikan video yang menarasikan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengenakan sepatu saat berada di dalam Masjid Syekh Khatib Al Minangkabawi, Padang. Menanggapi isu yang telanjur menyebar luas tersebut, Pemerintah Provinsi (pemprov) Sumatera Barat mengklarifikasi kejadia tersebut.

Dalam rekaman yang viral itu, Widiyanti terlihat dalam kunjungan kerjanya itu didampingi oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi. Namun, tuduhan yang terkait video viral tersebut dibantah keras oleh Kepala Biro Adpim Setda Provinsi Sumbar, Nolly Eka Mardianto, Ia memastikan bahwa video itu tidaklah benar.

Nolly, yang ikut serta dalam rombongan tersebut, memberikan kesaksian bahwa ia melihat langsung kejadian yang sebenarnya di dalam Mesjid itu.

“Saya menjadi bagian dari rombongan yang hadir dan menyaksikan langsung kegiatan tersebut. Tidak benar Ibu menteri memakai sepatu di dalam masjid, yang digunakannya adalah kaos kaki,” ujarnya dalam keterangan kepada wartawan, dikutip detikSumut, Sabtu (2/5/2026).

Noli menegaskan, informasi yang menyebut bahwa Widiyanti memakai sepatu masuk ke masjid tidak sesuai fakta di lapangan. Menurut Nolly, potongan video yang beredar luas di berbagai platform media sosial telah menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

“Ibu Menteri beserta seluruh jajaran telah menjalankan tata krama yang sesuai. Perlu kami luruskan kembali bahwa tidak ada penggunaan sepatu di dalam masjid sebagaimana yang disampaikan dalam sejumlah narasi tidak akurat yang beredar luas di media sosial,” tegasnya.

Nolly menyayangkan maraknya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi di ruang publik. Ia menilai, penyebaran hoaks dan fitnah tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Perbedaan persepsi mungkin saja terjadi, namun menyebarkan informasi yang tidak benar dan menggiring opini ke arah negatif tentu bukan hal yang bijak, apalagi jika berpotensi menimbulkan perpecahan,” jelasnya.

Untuk itu, Pemprov Sumbar mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, dengan selalu mengedepankan verifikasi serta mengutamakan fakta di atas asumsi.[]

Catatan: Selalu pastikan untuk memverifikasi informasi dari sudut pandang saksi mata atau otoritas terkait sebelum menyebarkan konten yang bersifat sensitif.

ya