Iran Rilis Daftar Negara yang Hadir di Pemakaman Khamenei, Indonesia Tak Ada dalam List

by

JAKARTA — Kedutaan Besar Iran di Indonesia merilis daftar negara yang mengirimkan delegasi resmi untuk menghadiri upacara penghormatan terakhir bagi Ayatollah Ali Khamenei.

Berdasarkan data yang diunggah melalui akun media sosial resmi @iraninindonesia pada Sabtu (4/7) lalu, tercatat ada 32 negara yang hadir dalam upacara pemakaman tersebut.

Selain daftar utama, beberapa negara lain seperti Spanyol, Jerman, Yaman, Nigeria, Yordania, dan Bolivia juga dilaporkan mengirimkan perwakilan atau delegasi resmi pemerintah mereka sebagai bentuk penghormatan, namun belum ada nama indonesi dalam daftar itu atau dalam data tambahan.

Oleh karena itu, tambah Boroujerdi, Iran sedang menunggu waktu yang tepat untuk mendapatkan kepastian kunjungan delegasi resmi Indonesia ke negaranya.

“Saya berharap kita dapat segera mengonfirmasinya, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu dilakukan terkait hal itu,” jelasnya.

Adapun negara-negara yang dilaporkan mengirimkan delegasi resmi yaitu:

1. Rusia
2. Tiongkok
3. Pakistan
4. India
5. Turki
6. Turkmenistan
7. Tajikistan
8. Irak
9. Georgia
10. Armenia
11. Afghanistan
12. Oman
13. Qatar
14. Azerbaijan
15. Kirgizstan
16. Uzbekistan
17. Bangladesh
18. Mesir
19. Kazakhstan
20. Ghana
21. Nikaragua
22. Republik Demokratik Kongo
23. Serbia
24. Tunisia
25. Lebanon
26. Namibia
27. Malaysia
28. Kuba
29. Sri Lanka
30. Myanmar
31. Gambia
32. Thailand

Menlu Sugiono bertolak ke Iran

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono bersama Ketua MPR Ahmad Muzani bertolak ke Iran malam ini untuk menghadiri prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei. Kunjungan tersebut juga turut didampingi oleh perwakilan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Muhammadiyah.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Yvonne Mewengkang menyampaikan, kunjungan Sugiono dan Ahmad Muzani tersebut sekaligus untuk melakukan pertemuan bilateral.

“Menteri Luar Negeri akan melakukan kunjungan kerja ke Iran untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Iran pada 10 Juli 2026. Menlu RI juga akan memenuhi undangan dari pemerintah Iran dalam rangka penghormatan terhadap almarhum Yang Mulia Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran,” kata Yvonne dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).

“Dan sebagaimana disampaikan oleh Pak Menlu sebelumnya, Ketua MPR RI juga akan turut serta dalam kunjungan ini dan akan melakukan pertemuan dengan Ketua Parlemen Iran,” lanjutnya.

Yvonne mengatakan pertemuan bilateral Indonesia-Iran ini diharapkan dapat mempererat hubungan kedua negara sekaligus mempercepat koordinasi antar-masyarakat.

“Pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri dengan Menlu Iran diharapkan semakin memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Iran, memperdalam kerja sama di berbagai bidang prioritas tentunya, serta mempercepat koordinasi kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan regional dan juga global. Sementara itu, pertemuan antara Ketua MPR dan Ketua Parlemen Iran bertujuan untuk semakin memperkuat kemitraan antar-parlemen serta kerja sama antar-masyarakat kedua negara,” ujarnya.

Yvonne kemudian menyampaikan bahwa dalam kunjungan tersebut, PBNU dan Muhammadiyah dipastikan turut serta. Dia menegaskan posisi Indonesia yang konsisten berada pada jalur politik bebas aktif.

“Dapat kami sampaikan juga dalam kunjungan ini juga akan turut serta yaitu dari PBNU dan juga Muhammadiyah bersama-sama dengan Pak Menlu RI dan Ketua MPR. Tentunya kunjungan ini mencerminkan eratnya hubungan kedua negara serta menegaskan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif,” imbuhnya.

Yvonne juga menyampaikan Menlu Sugiono terbang ke Iran malam ini.

“Sampai saat ini yang dapat kami sampaikan bahwa kunjunan Menlu RI ke Iran on schedule, beliau akan berangkat malam ini,” ucapnya.

Yvonne mengatakan yang turut ikut dalam rombongan delegasi Indonesia ke Iran yakni Ketua Umum (Ketum) PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

“(Yang akan ikut Menlu ke Iran) Ketum PBNU dan Ketua PP Muhammadiyah,” imbuhnya.

AS berupaya mencegah dengan Kampanye Diplomatik

Menurut laporan media Iran, Amerika Serikat dikabarkan meluncurkan kampanye diplomatik untuk mencegah berbagai negara menghadiri upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa upaya itu menyebabkan setidaknya 13 negara membatalkan kehadiran mereka atau mengirimkan delegasi tingkat rendah.

Meskipun tuduhan media Iran tersebut belum diverifikasi secara independent, namun melansir First Pos, Rabu (9/7/2026), kantor berita Iran Tasnim melaporkan bahwa Washington meningkatkan upaya diplomatik pada hari-hari menjelang pemakaman tersebut guna mengurangi partisipasi pihak asing.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengeluarkan instruksi rahasia kepada kedutaan besar dan misi diplomatik Amerika pada tanggal 26 Juni, yang mengarahkan para diplomat untuk menggunakan “segala cara yang tersedia” guna mencegah pemerintah negara tuan rumah menghadiri upacara tersebut.

Dalam laporan itu juga menyatakan bahwa partisipasi dalam pemakaman itu akan dipandang sebagai “tindakan tidak bersahabat”, dan ini bisa berdampak negatif terhadap hubungan bilateral dengan Washington.

ya