Kemenangan Spanyol di Piala Dunia memicu perayaan di seluruh Gaza, di mana banyak orang memandang kemenangan itu sebagai cerminan solidaritas selama bertahun-tahun dengan Palestina.
GAZA PALESTINA – Penanews.co.id – Di tengah puing-puing bangunan dan situasi yang serba terbatas, ratusan warga Gaza berkumpul di kafe-kafe darurat untuk menyaksikan pertandingan pamungkas Piala Dunia. Suasana haru dan haru campur gembira membuncah saat peluit panjang berbunyi, menandai kemenangan Spanyol atas Argentina dengan skor tipis 1-0 di laga final.
Bagi warga Gaza, kemenangan tersebut bukan sekadar prestasi olahraga belakangan ini, melainkan momen perayaan solidaritas. Spanyol secara luas dipandang oleh masyarakat setempat sebagai salah satu negara yang konsisten menyuarakan dukungan bagi Palestina di tengah gempuran serangan Israel.
Pertandingan terakhir tersebut mengakhiri serangkaian gestur simbolis yang menghubungkan sepak bola Spanyol dan solidaritas Palestina selama berbulan-bulan, mulai dari tim sepak bola penyandang disabilitas di Gaza hingga para pendukung dan pemain di Spanyol.
Lebih dari Sekadar Sepak Bola
Selama beberapa jam pada Minggu malam, suara perang berganti dengan suara sepak bola. Di seluruh kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah, kerumunan kecil berkumpul di dalam kafe-kafe darurat, perhatian mereka tertuju pada layar televisi yang berkedip-kedip menayangkan final Piala Dunia FIFA dari Stadion MetLife di Amerika Serikat.
Ketika Ferran Torres dari Spanyol memecah kebuntuan pada menit ke-105, mengalahkan kiper Argentina Emiliano Martínez untuk mengamankan kemenangan 1-0 setelah perpanjangan waktu, perayaan pun me爆发.
Namun, bagi banyak orang di Gaza, perayaan tersebut meluas jauh melampaui lapangan sepak bola.
Orang-orang yang berkumpul untuk menonton pertandingan tersebut mengatakan bahwa mereka mendukung Spanyol bukan hanya karena sepak bolanya, tetapi karena negara itu semakin menjadi simbol solidaritas dengan rakyat Palestina selama genosida yang terus dilakukan Israel di Gaza.
Sepak Bola Menawarkan Pelarian Singkat
Final Piala Dunia memberikan momen kelegaan yang langka bagi warga Palestina yang hidup di bawah bombardir tanpa henti, pengungsian, dan kesulitan kemanusiaan.
Selama beberapa jam, sepak bola menggantikan realitas sehari-hari dalam upaya bertahan hidup, memungkinkan keluarga dan teman-teman untuk berkumpul meskipun dalam kondisi sulit.
Numan Abdullah, salah satu penonton di Nuseirat, mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa warga sengaja berkumpul untuk mendukung Spanyol karena dukungan negara tersebut yang telah lama diberikan kepada Palestina.
“Kami berkumpul untuk mendukung Spanyol karena negara itu telah membela rakyat Palestina selama bertahun-tahun,” katanya.
Abdullah menambahkan bahwa pertemuan itu juga membawa pesan yang lebih luas tentang perdamaian dan solidaritas dengan negara-negara yang telah berdiri di samping perjuangan Palestina, seraya menambahkan bahwa rakyat Palestina hanya ingin hidup dalam damai.
Kemenangan Spanyol mengamankan gelar Piala Dunia FIFA kedua bagi negara itu, yang pertama sejak memenangkan turnamen di Afrika Selatan pada tahun 2010. Hasil ini juga menggagalkan Argentina dan Lionel Messi meraih kemenangan Piala Dunia kedua berturut-turut setelah kemenangan mereka di Qatar pada tahun 2022.
Hubungan yang Semakin Erat antara Spanyol dan Palestina
Perayaan di Gaza mencerminkan hubungan yang lebih luas yang telah berkembang antara sepak bola Spanyol dan ekspresi solidaritas dengan Palestina sepanjang turnamen dan dalam beberapa bulan terakhir.
Setelah pertandingan final hari Minggu, video-video beredar di media sosial yang menunjukkan para pendukung merayakan kemenangan di seluruh Spanyol sambil mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan dukungan untuk Palestina, menurut Quds News Network.
Adegan tersebut mengikuti aksi serupa setelah kemenangan Spanyol atas Prancis di semifinal, ketika anggota Tim Irada Gaza—sebuah tim sepak bola yang terdiri dari para penyandang disabilitas Palestina—secara terbuka berterima kasih kepada tim nasional Spanyol karena telah mengibarkan bendera Palestina setelah pertandingan.
Tindakan-tindakan tersebut memperkuat anggapan di kalangan banyak warga Palestina bahwa keberhasilan Spanyol telah terkait erat dengan ungkapan dukungan publik untuk Gaza.
Di Balik Peluit Akhir
Hubungan antara sepak bola Spanyol dan solidaritas Palestina sudah ada sebelum Piala Dunia itu sendiri.
Pada bulan Mei, bintang Barcelona, Lamine Yamal, menarik perhatian luas setelah mengibarkan bendera Palestina berukuran besar selama parade bus terbuka klub yang merayakan gelar La Liga mereka setelah kemenangan atas Real Madrid di El Clásico.
Tindakan salah satu bintang muda sepak bola paling bersinar itu dipuji secara luas oleh para pendukung dan menjadi momen simbolis lain yang menghubungkan sepak bola Spanyol dengan dukungan publik untuk Palestina.
Bagi banyak warga Palestina di Gaza, kemenangan pada hari Minggu bukan hanya mewakili kesuksesan di lapangan sepak bola, tetapi juga pengingat bahwa, bahkan di tengah salah satu babak tergelap dalam sejarah mereka, isyarat solidaritas dari seluruh dunia terus membawa makna yang mendalam.
Dukungan Politik Spanyol untuk Gaza
Sejak awal genosida Israel di Gaza, Spanyol telah muncul sebagai salah satu pendukung hak-hak Palestina yang paling vokal di Eropa. Perdana Menteri Pedro Sánchez telah berulang kali mengecam skala tindakan Israel, menyerukan gencatan senjata segera, perluasan bantuan kemanusiaan, dan pertanggungjawaban berdasarkan hukum internasional.
Pada Mei 2024, Spanyol secara resmi mengakui Negara Palestina bersama Irlandia dan Norwegia, dengan alasan bahwa pengakuan tersebut sangat penting untuk menjaga keberlangsungan negara Palestina. Sejak saat itu, Madrid terus mengadvokasi tindakan internasional yang lebih kuat untuk menghentikan genosida di Gaza, yang seringkali membuatnya berselisih dengan pemerintah Barat lainnya.
Spanyol juga telah menangguhkan izin ekspor senjata baru ke Israel dan secara konsisten mendesak Uni Eropa untuk meninjau kembali hubungannya dengan Israel mengingat dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional. Para pejabat Spanyol juga telah menyatakan dukungan untuk kerja lembaga peradilan internasional yang menyelidiki dugaan kejahatan perang yang dilakukan selama genosida di Gaza.[]
Sumber Palestine chronicle






