Makin Panas!, Usai Stop Ekspor SDA, Mendadak Bahlil Stop Jual Listrik ke Singapura Ada Apa?

by
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat menyampaikan sambutan dalam MINERBA CONVEX 2026. | Foto Tangkapan Layar Youtube/KementerianESDM /CNBC Indonesia

JAKARTA – Penanews.co.id – Setelah menghentikan pengiriman Sumber Daya Alam (SDA) ke Negara itu, secara mendadak Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia membatalkan Rencana ekspor listrik Indonesia ke Singapura. Pemerintah memilih mengutamakan kebutuhan energi di dalam negeri ketimbang buru-buru memasok listrik ke negara tetangga.

Ia menegaskan, pasokan listrik nasional harus dipastikan mencukupi sebelum Indonesia membuka keran ekspor ke negara lain.

“Saya sudah mengumumkan untuk Indonesia dalam waktu dekat belum bisa mengekspor listrik. Kita masih butuh listrik. Enggak ada,” ujar Bahlil dalam acara Minerba Convex 2026, Senin (2/11/2026), dilansir dari Sindonews.com,

Pada kesempatan itu, Bahlil juga meminta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk tidak menerima lobi-lobi atau tawaran tambahan dari Singapura, ketika mengajukan permintaan pengiriman listrik dari Indonesia.

“Saya sudah kasih tahu Danantara, jangan kamu mau dilobi-lobi. Enggak ada. Izin itu ada di (Kementerian) ESDM, bukan Danantara,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan Penanews.co.id, dikesempatan yang sama Menteri Bahlil menginstruksikan seluruh Direktur Jenderal (Dirjen) di lingkungan Kementerian ESDM agar memastikan ekspor sumber daya alam (SDA) Indonesia dikirim langsung ke negara tujuan akhir. Bahlil tegaskan tidak perlu lagi transit di negara tetangga itu.

“Tidak boleh lagi SDA kita sekarang ESDM, kalau kirim barang ke China, ya dari Jakarta langsung ke China, tidak boleh dari Jakarta mampir ke negara ‘yang itu’. (Negara itu) hanya stample kemudian dia bilang ini ekspor dari negara dia. Dari mana barang kau!” Kata Bahlil dalam Minerba Convex 2026, Jakarta, dilansir CNBC Indonesia Senin (2/11/2026)

“Langsung saja, sudah lama barang kita diolah begini terus, saya ngga bisa diolah olah mereka, ngga bisa, saya sudah perintahkan dirjen,” jelas Bahlil.

Meskipun begitu, ia tidak menyebut negara transit tersebut. Namun ia menyatakan, bahwa apa yang dipikirkan para audience di acara Minerba Convex 2026 ini sama dengan isi hatinya.

“Saya sudah tau wartawan akan tanya ke saya negara mana. Kalian juga tau itu negara, sesuai hati kalian aja. Itu negara jangan mau senangnya saja,” tegas Bahlil.

Tak cuma soal SDA pertambangan, Bahlil juga memerintahkan soal ekspor gas dalam hal ini Liquefied Natural Gas (LNG) yang biasanya diekspor ke Jepang maupun Korea.

“Langsung saja, kenapa harus pakai negara lain. mereka dapat pajak, mereka dapat neraca perdagangan. Baru ada bencana sedikit saja sudah gopoh-gopoh kayak apa aja. jangan kirim lagi kesana. Indonesia berdaulat jangan diatur-atur,” tegas Bahlil.

Terkait dengan ekspor listrik Sebelumnya, Bahlil sempat mengumumkan rencana Pemerintah untuk melakukan ekspor listrik ke Singapura. Namun hingga pertengahan tahun ini, rencana tersebut masih belum terealisasi. Salah satu kendalanya mengenai harga listrik yang ditawar oleh Singapura belum bisa diterima oleh Pemerintah.

Bahlil mengatakan penetapan harga listrik yang akan dijual ke Singapura harus memberikan keuntungan seimbang bagi Indonesia dan Singapura. Regulasi di Indonesia menempatkan kewenangan penetapan harga tersebut pada pemerintah.

“Nah, terkait dengan harga listrik ke Singapura, proses tahapannya berjalan, tetapi kita masih menegosiasikan harga. Regulasi kita memang menempatkan harga itu di pemerintah. Kita ingin ada win-win, saling menguntungkan. Kerja sama itu harus saling menguntungkan kedua pihak. Tinggal di titik itu saja dan saya pikir sebentar lagi akan ada titik temu,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Selasa (7/7/2026), dilansir Sindonews.com

Sebagai informasi, Ekspor listrik merupakan salah satu dari 26 kesepakatan yang dijalin oleh Pemerintah Indonesia dengan Singapura, dalam kunjungan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka Jakarta, pada Senin (6/7) lalu.

Selain sektor energi, pertemuan Indonesia dan Singapura juga membahas berbagai agenda kerja sama bilateral, mulai dari perdagangan, investasi, konektivitas, ekonomi digital, keamanan siber, hingga pertahanan.[]