Viral! Siswa SD ini Temukan Benda Diduga Peluru dalam Menu MBG, Sampel Makanan Diuji Lab

by
Tangkapan layar video viral memperlihatkan daging dalam menu MBG ditemukan benda diduga peluru senapan angin. Benda tersebut disebut ditemukan seorang siswa kelas 5 SD Negeri 3 Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara | Tribun Trends/Kompas.com/Tangkapan Layar Video

BANDA ACEH – Penanews.co.id – Media sosial mendadak ramai setelah sebuah video yang menampilkan dugaan benda asing mirip peluru ditemukan di dalam potongan daging pada menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) beredar luas.

Benda kecil yang diduga menyerupai peluru senapan angin tersebut dilaporkan ditemukan oleh seorang siswa kelas 5 SD Negeri 3 Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, ketika menyantap makanan dari program MBG.

Penemuan itu pun menimbulkan sorotan terkait aspek keamanan pangan, sekaligus mempertanyakan proses pemeriksaan dan pengawasan makanan yang diproduksi oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangsari.

Melansir tribuntrends.com, Dalam video yang beredar, seorang guru tampak memperlihatkan benda menyerupai peluru yang ditemukan di dalam potongan daging.

Guru tersebut menyebut benda itu ditemukan oleh salah seorang siswanya bernama Ardi.

“Ini murid saya kelas 5, Ardi menemukan satu buah peluru senapan angin di dalam daging,” ujar guru tersebut dalam rekaman video.

Ia juga mempertanyakan bagaimana benda yang diduga peluru tersebut dapat berada di dalam makanan yang disajikan kepada para siswa.

“Ini peluru senapan angin di dalam daging dari dapur MBG Sindangsari,” katanya.

Guru tersebut kemudian meminta pihak pengelola dapur MBG memberikan pertanggungjawaban atas temuan tersebut.

Operasional Dapur MBG Disuspensi

Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung, Fitra Alfarisi, membenarkan adanya laporan mengenai temuan benda asing tersebut.

Fitra mengatakan operasional SPPG Sindangsari untuk sementara dihentikan atau disuspensi.

Penghentian dilakukan sembari tim melakukan penelusuran untuk mengetahui asal-usul benda yang ditemukan di dalam potongan daging tersebut.

“Dapurnya sudah disuspen. Saat ini tim kami masih mencari tahu peluru senapan angin itu berasal dari mana,” kata Fitra.

Menurut Fitra, laporan mengenai kejadian tersebut sebenarnya telah diterima pihaknya sebelum video temuan itu viral di media sosial.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada rentang 14 hingga 16 Agustus 2026.

“Peristiwa itu terjadi antara tanggal 14 sampai 16 Agustus, laporannya sudah masuk ke kami. Kami sudah cek, tetapi video viralnya juga sudah kami monitor,” ujarnya.

Sampel Makanan Diuji di Laboratorium

Untuk memastikan benda yang ditemukan tersebut, sampel daging yang diduga berisi benda menyerupai peluru telah diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara.

Pemeriksaan dan uji laboratorium dilakukan untuk mendapatkan kepastian mengenai benda tersebut sekaligus menelusuri kemungkinan sumbernya.

Fitra menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan bagaimana benda tersebut bisa masuk ke dalam makanan sebelum hasil pemeriksaan dan penelusuran selesai.

“Kami masih menunggu hasil penelusuran mengenai asal-usul benda tersebut serta memastikan bagaimana benda itu bisa masuk ke dalam makanan,” katanya.

Dengan demikian, dugaan bahwa benda tersebut merupakan peluru senapan angin masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

SPPG Diminta Perketat Pengawasan

Kasus tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan program MBG, khususnya terkait pengawasan proses pengolahan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Fitra meminta seluruh SPPG di wilayah Lampung dan Bengkulu memperketat pengawasan terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Kami mengimbau seluruh SPPG di wilayah Lampung dan Bengkulu untuk berkomitmen menyajikan menu yang higienis, memenuhi kecukupan gizi, dan lezat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pihaknya terbuka terhadap laporan, masukan, maupun kritik dari masyarakat terkait pelaksanaan program MBG.

“Kami sangat terbuka terhadap masukan dan kritik. Ini menjadi vitamin buat kami untuk perbaikan,” kata Fitra.

Masyarakat Bisa Sampaikan Pengaduan

Masyarakat yang menemukan persoalan dalam pelaksanaan program MBG juga dapat menyampaikan laporan melalui saluran pengaduan resmi Badan Gizi Nasional (BGN).

Hingga kini, KPPG Lampung dan Bengkulu masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui asal benda menyerupai peluru tersebut serta bagaimana benda itu dapat berada di dalam makanan yang disajikan kepada siswa.

Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai temuan benda asing tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memastikan keamanan makanan dalam program MBG.[]

Sumber TribunTrends.com

ya